RSS

Me and My Ex-Boyfriend

11 Jul

Me and My Ex-Boyfriend

 

Kembali lagi dengan kisah admin yang nggak penting ini. Semoga cerita ini bermanfaat buat kalian. ^^  semua cerita ini aku jabarkan melalui sudut pandangku. Silahkan tinggalkan tanggapan. Biar admin nggak terjebak sama yang namanya C.I.N.T.A *malah jadi lagunya d’bagindas -____-“*

Happy Reading

Flashback

Satu tahun yang lalu…….

Pagi ini aku bersiap untuk memasuki tahun ajaran baru di sekolah yang baru juga tentunya. Sekolah yang selama ini tak pernah terlintas dalam benakku untuk menuntut ilmu disana. Kalian tahu kenapa? Siswa di sekolahku ini dianggap cupu oleh anak-anak SMA lain. Aku akuin memang sedikit cupu. Tapi nggak cupu-cupu banget. Aku sekolah di SMA ini karena orang tuaku. Kalau bukan karena mereka aku takkan bersedia masuk ke sekolah ini. Tapi aku bersyukur karena aku bisa masuk di sekolah ini. Karena aku tersesat di jalan yang benar.

Dari pagi itu semua ceritaku dimulai. Aku bertemu dengan teman-teman baru yang pada awalnya sangat membosankan.  Teman-teman yang tidak sesuai dengan pemikiranku. Kelasku menjadi sangat sunyi. Kelas yang tidak sesuai dengan diriku yang tidak pernah bisa diam. Semua kemampuan yang mereka miliki berada di atas rata-rata kemampuanku. Hal ini yang membuatku merasa minder. Hingga akhirnya aku menemui teman yang memiliki ketertarikan yang sama denganku. Teman yang menemaniku di awal semester satu.

Pada suatu hari saat pelajaran Bahasa Indonesia, kelas kami dibentuk menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari empat orang. Kebetulan kelompokku terdiri dari dua orang cowok dan dua orang cewek. Saat diskusi itu berlangsung, aku baru menyadari jika aku bertemu dengan teman sekelas GVT-ku. Teman yang dulu sangat pendiam dikelas GVT sekarang menjadi orang yang alay. Tapi itu merupakan satu ketertarikan tersendiri bagi dia.

Dia bernama Miko. Mungkin terlalu terbuka jika aku menyebutkan nama dalam ceritaku ini. Tapi tak apalah jika aku menyebutkan nama mereka. Kalian juga tak mengenali mereka kan? Lanjut kecerita. Sebelumnya aku dan Miko sering SMS-an tapi ini hanya SMS yang biasa saja. SMS yang isinya Cuma bertanya tentang jadwal pelajaran karena pada waktu itu jadwal pelajaran belum jelas dan ia menjabat jadi wakil ketua kelas.

SMS tentang jadwal pelajaran itu masih berlangsung selama dua minggu. SMS yang sangat kaku sekali. Hingga suatu malam saat aku Tanya tentang jadwal dia membalas SMS-ku. Di dalam SMS itu dia bilang SMS-nya nggak usah kaku gini sih. Nah lo..aku mau SMS dia apa coba? Waktu itu aku dan Miko belum dekat. Kami berdua hanya sebatas tahu aja. Jadi aku nggak tahu harus SMS apaan.

Suatu malam dia nembak aku melalui SMS. Aku akuin nembak cewek melalui SMS itu bukan cara yang gentle dan cara yang nggak banget untuk nembak seorang cewek. Pada saat itu, entah mengapa aku mengiyakan pertanyaannya. Jika kalian Tanya kenapa aku nerima dia, aku tak tahu harus menjawab apa. Jujur saja sampai saat ini aku belum menemukan jawaban itu. Aku rasa perkataan orang jika cinta tak membutuhkan alasan itu memang benar.

Pada saat itu kami memutuskan untuk menyembunyikan hubungan kami dari semua orang. Ini semua kami lakukan karena kami memiliki alasan. Salah satu alasan itu karena aku adalah pengurus Rohis. Rohis merupakan halangan terbesarku waktu itu. Mengapa? karena Islam tidak mengenal kata pacaran dalam pergaulan dan prinsip itu sangat dijunjung tinggi oleh Rohis.

Saat di kelas, aku dan miko hanya seperti teman biasa, seperti tak ada hubungan apa-apa selain pertemanan. Hubungan kami berhasil kami sembunyikan dengan baik dari siapapun kecuali keluarga Miko. Percaya atau tidak, tapi kalian wajib percaya *meksa  banget* alasan miko pacaran karena ia disuruh oleh kakaknya. Tapi aku percaya kalau dia akan menjagaku dengan baik.

Di pertengahan semester satu hubunganku dengan Miko mulai terkuak ke permukaan. Semua ini ulah seseorang yang berasal dari luar kelasku. Jadilah aku diece oleh teman-teman satu kelasku. kalian pasti bisa membayangkan betapa merahnya wajahku saat itu. Tapi semua itu berlalu seperti hembusan angin bagiku.

Selama tiga bulan pacaran aku dan Miko nggak pernah jalan bareng. Selalu ada teman-teman sekelas di antara kami. Hingga  suatu malam dia mengajakku untuk nonton ke bioskop. Pada awalnya kami mau nonton ke bioskop hari senin, kemudian kami majuin karena aku nggak bisa pada saat itu. Hari itu aku pergi bareng Hasna dan Dayu. Sesampainya di Bioskop ternyata antriannya sangat panjang. Maklum, pada saat itu film Harry Potter 7 part 1 baru diluncurkan. Akhirnya aku, Miko, Dayu, dan Hasna memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, aku dan Miko kehilangan jejaknya Dayu dan Hasna. Jadilah kami bingung mau kemana. Awalnya miko mau nganterin aku pulang ke kos tetapi nggak jadi karena aku minta jalan-jalan dulu. Dari pada bosen di Kos.

Miko ngajak aku ngelihat Sekolah Dasar di mana dulu ia sekolah. Setelah itu kami main ke Museum Perjuangan sekalian ngerjain tugas penelitiannya dia. Sambil nunggu teman-teman kelompok penelitiannya Miko datang, kami main-main di dalam Museum Perjuangan. Miko memainkan semua benda yang ada di dalam museum seperti anak kecil yang lagi ngeliat maianan baru. Lucu banget. Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah lakunya.

Semua kesenangan itu nggak berlangsung lama. Saat teman penelitian Miko yang berarti teman kelasku juga tiba di Museum Perjuangan. Aku dan Miko langsung terdiam. Nggak ada satu katapun keluar.*kalau ini lebay banget*Setelah penelitian yang Miko dan teman sekelompoknya lakukan, kami semua memutuskan untuk makan siang di warung bakso yang terletak di Jalan Taman Siswa *maaf lupa namanya*

Semua cerita ini berakhir begitu cepat. Akhir semester satu aku dan Miko putus dikarenakan suatu hal. Suatu hal yang seperti sinetron banget. Putus kerana satu kata, cemburu. Aku cemburu dengan partnernya di suatu kepanitiaan. Patnernya yang ternyata adalah teman dekatku waktu itu. Semua berakhir. Sakit. Cuma itu yang aku rasakan saat itu.

End Flashback

Bohong jika aku bilang aku nggak punya perasaan apa-apa lagi buat dia. Jika kau korek hati ini pasti kau akan menemukan tempat kosong di sana. Tempat yang dulu aku sediakan untuk dia.

 

 

 

Yogyakarta, 7 Juli 2011

A.R

Nantikan kisah-kisah hidup admin selanjutnya ^^

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 07/11/2011 in my diary

 

Tag:

One response to “Me and My Ex-Boyfriend

  1. panji

    01/06/2012 at 4:35 pm

    asalammu’alaikum hmmm, saya ini juga anggota rohis tapi saya punya kawan sama klan juga saya suka padanya? apa saya diam sepi menyendiri ? dia katakan dia punya perinsip >>> perinsipnya dia gak mau pacaran bukan karna rohis mohon bantuannya?………

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: