RSS

Someone Like You (Pengantar)

17 Apr

“Jirin-a, aku tak ingin jauh darimu. Jangan tinggalkan aku, Jinrin-a.” Butiran-butiran kecil yang sedari tadi tertahan kini lolos dengan sendirinya. Membasahi pipi dan menyayat hati.

“oppa, mianhae. Aku sudah tak mencintaimu lagi. Aku tak mau berpura-pura untuk mencintaimu hanya untuk menjaga perasaanmu oppa. Aku lelah. Sebenarnya aku tak pernah mencintaimu. Maafkan aku, oppa-a! Jebal!”

Tubuhku menegang saat mendengar pernyataan yang diucapkannya barusan. Sakit. Perih. Terluka. Benci. Semua rasa itu muncul seketika. Ku tinggalkan Jirin sendirian tanpa memberikan jawaban kepadanya. Aku sudah cukup sakit hati dibuatnya. Semua perasaan yang telah aku curahkan untuknya selama ini tak dibalas dengan perkataan yang menyakitkan olehnya. Apa salahku? Tanpa terasa aku telah sampai di tepi bukit yang cukup jauh dari pemukiman.

“IGE MWOYA????!!!! AAAAAAAAAAAAAAARRRRGHHH” tanpa terasa air mataku mengalir kembali “Jirin-a kenapa kau melakukan ini kepadaku? Apa salahku, huh?” ku hempaskan diriku ke tanah.

*someone pov* 

“IGE MWOYA????!!!! AAAAAAAAAAAAAAARRRRGHHH.”

Aish..siapa malam-malam begini berteriak tak karuan. Nggak sadar apa kalau suaranya jelek. Ish..tapi suara itu seperti suara orang yang sedang kesakitan. Haruskah aku menolongnya, tapi kalau dia hanya berpura-pura sakit dan ternyata itu orang jahat yang ingin merampok rumahku atau pembunuh bagaimana? Ahhh…otteohke??

“aha…” tiba-tiba ada ide terlintas dibenakku. Aku menuju dapur untuk mengambil alat yang aku perlukan untuk berjaga-jaga sekaligus alat pertahanan untukku.

“Haaaa…Ahra-a..tarik nafas dalam-dalam, buanggg…huuuufttt…” tuturku untuk memberanikan diri. Perlahan dan dengan ragu kulangkahkan kakiku menuju suara itu terdengar. Semakin aku mendekat, jantungku berdetak dengan kencang.

“oh God.. jika ini malam terakhirku. Tolong hapus semua dosa-ku.” Sebelum melangkah keluar pagar aku berdo’a terlebih dahulu. Ku amati halaman depan rumahku. Betapa terkejutnya aku saat melihat ada tubuh terkapar di bawah pohon sebelah rumahku.

“omona..apa yang harus aku lakukan…” aku ragu untuk mendekat. Tapi aku takut kalau terjadi apa-apa dengan orang itu. Akhirnya kuputuskan untuk mendekat.

“heh…bangun!!” ucapku pelan dan bergetar. Orang itu tak menengok juga. Ah babo. Mana mungkin orang itu mendengar ucapanku. “Ya!! BANGUN!” aku yakin teriakanku tadi akan terdengar sampai radius satu kilometer dari rumahku. Kalau dia tak bangun-bangun juga itu artinya dia memang kenap-kenapa.

*someone pov end*

*Ryeowook pov*

Kresek…kresek..

“aish..suara apa itu? Berisik sekali. Nggak tahu apa kalo ada orang lagi patah hati?” makiku dalam hati. Suara itu lama-lama tak terdengar. Namun,….

“Ya!! BANGUN!” kututup telingaku setelah mendengar teriakan itu. Refleks aku langsung berdiri tegap. Air mata yang sedari tadi membasahi kini berhenti sempurna setelah mendengar suara itu. Ajaib. Kurasakan ada tepukan di pundakku. Perlahan aku menoleh ke belakang, takut.

“Waaaaaaaaaaa!!!! Ampuuuun!!! Jangan sakiti aku!! Jebal…!!!”

Betapa terkejutnya aku setelah melihat ada seorang wanita menggunakan dress putih selutut dengan wajah yang putih pula. Ingin rasanya aku berlari sejauh dan secepat mungkin. Namun, kakiku tak bisa digerakkan. Kaku. Membeku.

“Ya!! Kau ini cuma bisa teriak-teriak yah?”

Aneh. Hantu itu bisa bicara bahasa manusia dan memarahiku. Setelah ku perhatikan dari atas ke bawah, ternyata kakinya menyentuh tanah. Aku kira hantu. Syukur saja dia manusia.

“huuuuft…syukurlah…aku kira hantu..” ucapku kelepasan. Wanita itu langsung melotot mendengar ucapanku.

“Mworago?? Hantu? Kau pikir aku hantu? Ya!! Di mana otakmu hah??”

Aish…lagi-lagi gadis ini marah-marah kepadaku. Emang aku salah kalau mengira dia hantu.. salah sendiri pake dress putih dan masker. Tapi setelah dilihat-lihat cewek di depanku ini manis juga yah…walaupun pakai masker, kemanisan dan kecantikannya masih terpancar. Matanya juga indah. Walaupun sedikit lebih besar dari mata gadis korea lainnya. Pasti dia bukan orang Korea asli.

“Ah… maaf nona. Saya tak bermaksud mengejekmu. Oh iya.. kalau kau merasa terganggu aku akan pergi dari tempat ini. Sekali lagi maafkan saya ya nona..”

“ Tentu saja aku merasa terganggu. Kamu tahu nggak sih kalau di sini itu bukan hutan? Nggak pernah dikasih tahu ya kalau malam-malam itu HARUS JAGA KETENANGAN?”

“maaf nona..” baru kali ini seorang KIM RYEOWOOK meminta maaf sampai dua kali dan ini pertama kalinya aku minta maaf lalu ditinggal pergi. Wanita ini sungguh..sesuatu banget yah.. kalau sampai ketemu aku lagi… Mati kau oleh pesonaku. Hahahahaha.. tiba-tiba gadis itu berbalik dan melangkah mendekat.

“ Lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga!”

*Ryeowook pov end

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 04/17/2012 in Fanfiction

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: