RSS

Arsip Kategori: my diary

My Grandma

Hari jum’at, 2 Maret 2012 menjadi hari dimana empat orang anak yang telah tumbuh dewasa menjadi yatim piatu..dimana para cucu dan cicit kehilangan sosok nenek dan eyang mereka. Bahkan sang cicit belum mengenal sosok sang eyang tercinta. Cucu yang belum sempat memberikan kenangan terindah, mengurus disaat beliau sedang sakit. Tak dapat menemani di detik terakhir hidupnya. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/04/2012 in my diary

 

Tag:

Akhir Dari Segala Perasaan yang Terpendam

“cinta itu apa sih? Mungkin aku sayang sama kamu.. tapi nggak harus memiliki. Enakan kayak gini..bebas nggak ada keharusan” Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/24/2012 in my diary

 

Tag:

Aku dan abangku

sudah lama aku nggak ngepost diWP…ternyata nggak ngepost cerita itu bikin kangen…
kali ni aku ingin cerita tentang “abangku” yang selalu nerima cerita tentang mantanku..
aku ngak tahu kalo sebenarnya selama ini dia menyimpan perasaan ke aku..dengan bodohnya aku karena ketidaktahuanku aku terus cerita kepadanya… Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12/10/2011 in my diary

 

Me and My Ex-Boyfriend

Me and My Ex-Boyfriend

 

Kembali lagi dengan kisah admin yang nggak penting ini. Semoga cerita ini bermanfaat buat kalian. ^^  semua cerita ini aku jabarkan melalui sudut pandangku. Silahkan tinggalkan tanggapan. Biar admin nggak terjebak sama yang namanya C.I.N.T.A *malah jadi lagunya d’bagindas -____-“*

Happy Reading

Flashback

Satu tahun yang lalu…….

Pagi ini aku bersiap untuk memasuki tahun ajaran baru di sekolah yang baru juga tentunya. Sekolah yang selama ini tak pernah terlintas dalam benakku untuk menuntut ilmu disana. Kalian tahu kenapa? Siswa di sekolahku ini dianggap cupu oleh anak-anak SMA lain. Aku akuin memang sedikit cupu. Tapi nggak cupu-cupu banget. Aku sekolah di SMA ini karena orang tuaku. Kalau bukan karena mereka aku takkan bersedia masuk ke sekolah ini. Tapi aku bersyukur karena aku bisa masuk di sekolah ini. Karena aku tersesat di jalan yang benar.

Dari pagi itu semua ceritaku dimulai. Aku bertemu dengan teman-teman baru yang pada awalnya sangat membosankan.  Teman-teman yang tidak sesuai dengan pemikiranku. Kelasku menjadi sangat sunyi. Kelas yang tidak sesuai dengan diriku yang tidak pernah bisa diam. Semua kemampuan yang mereka miliki berada di atas rata-rata kemampuanku. Hal ini yang membuatku merasa minder. Hingga akhirnya aku menemui teman yang memiliki ketertarikan yang sama denganku. Teman yang menemaniku di awal semester satu.

Pada suatu hari saat pelajaran Bahasa Indonesia, kelas kami dibentuk menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari empat orang. Kebetulan kelompokku terdiri dari dua orang cowok dan dua orang cewek. Saat diskusi itu berlangsung, aku baru menyadari jika aku bertemu dengan teman sekelas GVT-ku. Teman yang dulu sangat pendiam dikelas GVT sekarang menjadi orang yang alay. Tapi itu merupakan satu ketertarikan tersendiri bagi dia.

Dia bernama Miko. Mungkin terlalu terbuka jika aku menyebutkan nama dalam ceritaku ini. Tapi tak apalah jika aku menyebutkan nama mereka. Kalian juga tak mengenali mereka kan? Lanjut kecerita. Sebelumnya aku dan Miko sering SMS-an tapi ini hanya SMS yang biasa saja. SMS yang isinya Cuma bertanya tentang jadwal pelajaran karena pada waktu itu jadwal pelajaran belum jelas dan ia menjabat jadi wakil ketua kelas.

SMS tentang jadwal pelajaran itu masih berlangsung selama dua minggu. SMS yang sangat kaku sekali. Hingga suatu malam saat aku Tanya tentang jadwal dia membalas SMS-ku. Di dalam SMS itu dia bilang SMS-nya nggak usah kaku gini sih. Nah lo..aku mau SMS dia apa coba? Waktu itu aku dan Miko belum dekat. Kami berdua hanya sebatas tahu aja. Jadi aku nggak tahu harus SMS apaan.

Suatu malam dia nembak aku melalui SMS. Aku akuin nembak cewek melalui SMS itu bukan cara yang gentle dan cara yang nggak banget untuk nembak seorang cewek. Pada saat itu, entah mengapa aku mengiyakan pertanyaannya. Jika kalian Tanya kenapa aku nerima dia, aku tak tahu harus menjawab apa. Jujur saja sampai saat ini aku belum menemukan jawaban itu. Aku rasa perkataan orang jika cinta tak membutuhkan alasan itu memang benar.

Pada saat itu kami memutuskan untuk menyembunyikan hubungan kami dari semua orang. Ini semua kami lakukan karena kami memiliki alasan. Salah satu alasan itu karena aku adalah pengurus Rohis. Rohis merupakan halangan terbesarku waktu itu. Mengapa? karena Islam tidak mengenal kata pacaran dalam pergaulan dan prinsip itu sangat dijunjung tinggi oleh Rohis.

Saat di kelas, aku dan miko hanya seperti teman biasa, seperti tak ada hubungan apa-apa selain pertemanan. Hubungan kami berhasil kami sembunyikan dengan baik dari siapapun kecuali keluarga Miko. Percaya atau tidak, tapi kalian wajib percaya *meksa  banget* alasan miko pacaran karena ia disuruh oleh kakaknya. Tapi aku percaya kalau dia akan menjagaku dengan baik.

Di pertengahan semester satu hubunganku dengan Miko mulai terkuak ke permukaan. Semua ini ulah seseorang yang berasal dari luar kelasku. Jadilah aku diece oleh teman-teman satu kelasku. kalian pasti bisa membayangkan betapa merahnya wajahku saat itu. Tapi semua itu berlalu seperti hembusan angin bagiku.

Selama tiga bulan pacaran aku dan Miko nggak pernah jalan bareng. Selalu ada teman-teman sekelas di antara kami. Hingga  suatu malam dia mengajakku untuk nonton ke bioskop. Pada awalnya kami mau nonton ke bioskop hari senin, kemudian kami majuin karena aku nggak bisa pada saat itu. Hari itu aku pergi bareng Hasna dan Dayu. Sesampainya di Bioskop ternyata antriannya sangat panjang. Maklum, pada saat itu film Harry Potter 7 part 1 baru diluncurkan. Akhirnya aku, Miko, Dayu, dan Hasna memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, aku dan Miko kehilangan jejaknya Dayu dan Hasna. Jadilah kami bingung mau kemana. Awalnya miko mau nganterin aku pulang ke kos tetapi nggak jadi karena aku minta jalan-jalan dulu. Dari pada bosen di Kos.

Miko ngajak aku ngelihat Sekolah Dasar di mana dulu ia sekolah. Setelah itu kami main ke Museum Perjuangan sekalian ngerjain tugas penelitiannya dia. Sambil nunggu teman-teman kelompok penelitiannya Miko datang, kami main-main di dalam Museum Perjuangan. Miko memainkan semua benda yang ada di dalam museum seperti anak kecil yang lagi ngeliat maianan baru. Lucu banget. Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah lakunya.

Semua kesenangan itu nggak berlangsung lama. Saat teman penelitian Miko yang berarti teman kelasku juga tiba di Museum Perjuangan. Aku dan Miko langsung terdiam. Nggak ada satu katapun keluar.*kalau ini lebay banget*Setelah penelitian yang Miko dan teman sekelompoknya lakukan, kami semua memutuskan untuk makan siang di warung bakso yang terletak di Jalan Taman Siswa *maaf lupa namanya*

Semua cerita ini berakhir begitu cepat. Akhir semester satu aku dan Miko putus dikarenakan suatu hal. Suatu hal yang seperti sinetron banget. Putus kerana satu kata, cemburu. Aku cemburu dengan partnernya di suatu kepanitiaan. Patnernya yang ternyata adalah teman dekatku waktu itu. Semua berakhir. Sakit. Cuma itu yang aku rasakan saat itu.

End Flashback

Bohong jika aku bilang aku nggak punya perasaan apa-apa lagi buat dia. Jika kau korek hati ini pasti kau akan menemukan tempat kosong di sana. Tempat yang dulu aku sediakan untuk dia.

 

 

 

Yogyakarta, 7 Juli 2011

A.R

Nantikan kisah-kisah hidup admin selanjutnya ^^

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 07/11/2011 in my diary

 

Tag:

cerita pahit kelas X

semua cerita ini aku jabarkan melalui sudut pandangku. Tolong tinggalkan comment berupa nasehat atau apa saja yang bisa memecahkan masalahku.

flashback

aku tak tahu bagaimana caranya menggambarkan perasaan yang ada di hatiku saat ini. semuanya bercampur aduk. aku menyayangi seseorang di kelasku. walaupun aku baru mengenalnya satu tahun yang lalu. tapi aku tak tahu kenapa aku bisa jatuh hati dengannya.

kata orang dia merupakan sesosok orang yang sangat baik dan cukup dewasa dalam mengambil sebuah keputusan. aku akui semua itu memang benar. tapi bukan itu alasan yang menyebabkan aku jatuh cinta kepadanya.

awalnya aku mengira perasaan ini hanya sebuah rasa kagum kepada seorang ketua kelas. Oh iya aku lupa menceritakan kalau ia adalah ketua kelasku,kelas X-1. Haruskah aku mendiskripsikan orang itu?? Aku ras perlu. walaupun kalian tidak memintanya kepadaku.

Dia merupakan orang yang sibuk. Ia mengikuti berbagai macam kepanitiaan di sekolah. Dia juga aktif di organisasi sekilah, MPK. kalian tahu apa itu MPK? MPK itu singkatan dari Majelis Perwakilan Kelas. Dia memiliki peran penting dalam organisasi itu. walaupun sibuk, tapi ia bisa membagi waktunya. ini salah satu hal yang menyebabkanku kagum kepadanya.

kembali ke ceritaku. Pada awalnya aku dan dia (sebut saja Y) merupakan teman biasa. kita berbagi cerita dan bertukar pikiran satu sam lain. Saat aku sedih, aku menceritakannya kepada Y. Karena Y bisa membuatku merasa nyaman. Hingga akhirnya aku memiliki seorang pacar (sebut saja M). semenjak aku memiliki seorang pacar, aku dan Y menjadi jauh. Entah mengapa. Jauh di sini bukan berarti aku dan Y tidak saling menyapa. Aku dan Y saling menyapa dan melakukan berbagai kegiatan seperti biasa. Akan tetapi semua yang kami lakukan terasa berbeda.

Akhir semester satu aku dan M putus dikarenakan aku cemburu dengan patnernya dalam suatu acara sekolah. sangat Childish. setelah itu aku kembali dekat dengan Y.

pada saat liburan semester, Y menceritakan pengalamanya waktu SMP dulu. ia bilang aku sangat mirip dengan mantannya yang bernama S. Pada saat ia mengirimiku SMS itu aku merasa sedikit aneh. Ada sesuatu yang mengganjal paru-paruku. Sangat sesak.

hingga akhirnya aku menyadari apa yang sebenarnya aku rasakan. aku yakin kalian tahu perasaan apa yang aku maksud. Aku selalu menutupi perasaan yang aku rasakan dari semua orang termasuk Y. Semua kata-kata yang aku ucapkan kepada Y adalah kebalikan dari apa yang sebenarnya ingin aku utarakan. Belum pernah aku melakukan hal itu. Cinta memang membuat gila.

Hingga di penghujung kelas sepuluh aku menjadu galau. kalian tahu kenapa? aku rasa kalian tidak tahu. Aku galau karena aku takut jika aku tak sekelas lagi dengannya.

Saat makrab aku dan teman sekelasku bermain truth or dare. walaupun kebanyakan truth dari pada dare-nya. Pada saat itu ada satu pertannyaan yang wajib dijawab oleh setiap orang di kelasku. ” siapa orang terfavorit?” kalian mesti tahu aku akan menjawab apa saat itu. pada saat giliran si Y, dia mendapat pertanyaan “siapa orang yang nyenengke di kelas?” Y tak menjawab. tapi teman sekelas yang menjawabnya. salah satu temanku berkata ” sebelah kananmu selisih dua.” kalian tahu siapa orang itu? bukannya aku mau GR. Tapi dari kalimat itu memang aku yang berada disebelah kanannya dan berselisih dua dari dia. Jantungku berdebar sangat cepat.

pada saat giliranku Y juga sempat berkata ” semua sms gombalku itu nggak semuanya salah.” Aku berfikir keras. maksud kalimat yang diucapkannya apa? aku tak mengerti. karena aku tak mengerti aku hanya dapat tertawa. Sampai selesai makrab tak ada teman sekelasku yang mengetahui apa yang aku rasakan kecuali teman sebangkuku yang sekaligus orang terspesial bagiku,Tiwi.

Dua minggu setelah itu aku semakin galau. sampai pada saat kemah tiba. pada saat itu aku menuntut kejelasan dari Y. apa maksud dari perkataan yang selama ini diucapkannya. apa arti diriku bagi dia. kalian tahu, dia menjawab bahwa aku hanya teman baginya. SAKIT. hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaan yang aku rasakan. setelah dia membuatku terbang tinggi kemudian ia menjatuhkannku.

Aku menangis kala itu. Sebagian teman sekelasku yang cewek berkumpul melingkariku. Sebenarnya aku ingin sendirian tapi mereka memintaku untuk berbagi apa yang aku rasakan kepada mereka. Aku berpikir terlebih dahulu. mungkin ini saatnya aku menceritakan semuanya. Setelah kuceritakan aku tahu semuanya. Semua hal yang Y sembunyikan dari diriku.

Y memiliki perasaan yang sama kepadaku tetapi dia juga menyukai orang lain. Dia tidak ingin memilih antara aku dan A. Tapi dia juga tak mengijinkanku dimiliki oleh orang lain. semua ini aku dapatkan dari temanku yang pernah menjadi tempat Y berkonsultasi.

end flashback

Aku tak tahu. ini hanya perasaanku atau ini semua benar. tapi aku sangat merasakan hal itu. Setelah kejadian itu, pertemananku dan Y jadi merenggang. Meskipun aku sakit hati, tapi aku tak ingin kehilangan seorang teman. hingga saat ini aku masih merasa tidak tenang.

Bekasi, 30 Juni 2011

A.R

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 06/30/2011 in my diary

 

Tag: