RSS

Arsip Tag: Hwang Sun Hee

[SINOPSIS] City Hunter episode 2

City Hunter episode 2
Yoon Sung mengenakan kalung dengan peluru yang sudah membunuh ayahnya sebagai liontin-nya. Ia berlatih bela diri dengan keras.

Jin pyo memberikan formulir dari MIT untuk Yoon Sung. MIT mengundangmu. (MIT : Massachusetts Institute of Technology), mulai sekarang kau akan memiliki identitas sebagai warga negara Amerika kelahiran Texas.

Nama Koreamu, Lee Yun Sung dan nama Baratmu, Johnny (kenapa simpel sekali haha). Jin Pyo memberikan passpor dan kartu identitas Yoon Sung.

Yoon Sung : Kelihatan asli walaupun palsu.
Jin Pyo : Ini asli.

Jin Pyo ingin Yoon sung selalu ingat 3 hal, kau akan melupakan identitas aslimu, jangan percaya pada siapapun dan jangan jatuh cinta. Jika identitasmu terungkap, orang di sekitarmu akan berlumuran darah.

7 th kemudian, Republik Korea Selatan.

Ada pengulangan scene ep 1, saat Yoon Sung berdiri di depan patung Yi Sun Shin dan Nana berdiri tidak jauh darinya. Yoon Sung jalan masuk ke mobilnya dan Kim Nana mendapat telp. Ternyata dari RS.
Dokter berkata kalau kondisi ayah Nana memburuk, apalagi dengan infeksi paru-paru. Pengobatan seperti ini tidak akan berhasil dan biayanya akan semakin membengkak.

Nana memohon agar Dokter menyelamatkan ayahnya. Ia janji akan mencari uangnya dalam satu bulan. Nana tidak bisa membiarkan ayahnya seperti ini.
Dokter menasihati, ayah Nana sudah koma selama 10 th, lebih baik menyerah saja.

Nana : Tidak. Aku tidak bisa menyerah. Aku tidak bisa.
Nana menangis dan memohon agar dokter menyelamatkan ayahnya.

Nana melakukan apa saja untuk mencari uang. Ia menawarkan minuman penghilang mabuk sampai menjadi sopir tembak untuk orang yang mabuk. (Seperti di Rossy Life, mereka pasang iklan dan bersedia mengantar pengemudi yang terlalu mabuk sampai ke tujuan dengan tarif lumayan tinggi.)
Malam ini Nana harus mengantar…Lee Yoon Sung bersama seorang gadis dari nite club. Yoon Sung akhirnya melihat Nana. Yoon Sung mengamati Nana dari atas ke bawah.

Yoon Sung melemparkan kunci mobil ke Nana, kau yang menyetir?
Nana : Ya.
Yoon Sung dan gadis itu duduk di belakang dan Nana menyalakan mesin mobil. Tiba-tiba seorang pria mendekat, tunggu dulu, Kim Mi Hee-ssi.

Kim Young Jo datang, ia ingin bicara dengan Kim Mi Hee. Tapi Kim Mi Hee berkata tidak mengenalnya dan heran bagaimana bisa tahu namanya.

Young Jo ingin menunjukkan identitasnya tapi sayang tidak membawanya. Jadi dia ingin menarik Kim Mi Hee dari mobil.

Nana marah. Ia langsung keluar dan membanting Young Jo ke aspal! wow! Apa kau mau menggunakan kekerasan pada wanita?

Young Jo kaget, apa kau tahu siapa aku? aku bukan orang seperti itu. Jangan ikut campur.
Nana tidak percaya dan masuk mobil lagi lalu pergi. Rekan Young Jo membantunya, Pak Jaksa, anda tidak apa-apa? Young Jo mengeluh, ini pasti karena baju yang kukenakan.

Di mobil, Kim Mi Hee terus saja mencumbu Yoon Sung, astaga…mana itu mobil dengan atap terbuka! Kacau sekali. Nana tidak tahan, mereka itu tidak bisa membedakan mobil dan hotel! lalu Nana tiba-tiba menginjak rem.
Yoon Sung dan Mi Hee terbentur kursi depan. Yoon Sung bingung, kenapa tiba-tiba berhenti?

Nana minta keduanya menahan diri sebentar, dua menit saja..paling tidak sampai mereka tiba di Hotel.

Nana keluar dari mobil. Dia tampak kesal.
Yoon Sung : Aku tahu..aku tahu..

Yoon Sung juga turun dari mobil, tapi tanpa membuka pintu. Yoon Sung langsung melompati mobil cie..

Nana menolak mengantar mereka. Tapi Nana tetap meminta ongkosnya. Biasanya 20 ribu Won, tapi untuk kali ini, Nana hanya minta 10 ribu Won saja.
Yoon Sung : Apa? Jadi wanita seperti ini benar2 ada ya? Aku tidak mau bayar!

Nana kesal. Secepat kilat Nana menyelipkan tangannya ke pinggang Yoon Sung. Yoon Sung kaget, hei! hei! kau mau apa?

Nana mengambil 10 ribu Won dari dompet Yoon Sung! Lalu segera pergi setelah menendang ban mobil Yoon Sung! hahaha bludregnya mirip Kaori ya?

Nana menunggu bis dan sadar kalau ponselnya sudah tertinggal dalam mobil Yoon Sung.

Sementara itu Yoon Sung sedang sibuk dengan Mi hee di kamar hotel mereka. Tapi sebenarnya dia tertarik dengan sponsor Mi Hee.
Mi hee heran : Apa kau cemburu? selalu tanya tentang sponsorku?
Yoon Sung : Jika kau mau uang, aku punya banyak. Jauh lebih banyak dari pria tua itu.

Mi Hee mengaku kalau sponsornya sudah memberikan banyak suap. Dia memberikan suap pada stafnya.
Yoon Sung tertarik, suap? Apa kau melihatnya memberikan uang itu? Yoon Sung sudah memasang alat perekam di kamar itu.

Tapi sebelum Yoon Sung bisa mengorek Mi Hee lebih jauh lagi, Petugas hotel telp dan berkata ada wanita yang mencari Yoon Sung. Yoon Sung berkata tidak kenal wanita itu.

Nana memohon, dia membutuhkan ponselnya dan minta tamu mengambilnya. Setelah itu terserah, mereka bisa melanjutkan kegiatannya. Staf hotel meminta Nana pergi. Di luar, Nana bisa melihat ponselnya dan melihat kalau ada telp. Dari RS.

Yoon Sung melanjutkan tanya, apa kau melihatnya langsung? Uangnya?
Mi Hee berkata dia hanya mendengar, tidak akan melihat langsung. Yoon Sung ingin tahu berapa banyak.

Mi hee : Tentu saja miliaran.
Yoon Sung : Miliar? berapa miliar?

Mi Hee tidak tahu persis, tapi semua dicatat dalam satu buku. Tiba-tiba Yoon Sung mendengar alarm mobilnya berbunyi.

Yoon Sung melihat keluar jendela hotel dan ada Nana disekitar mobilnya. Yoon Sung lari keluar hotel masih mengenakan jubah mandi.
Yoon sung mengambil ponsel Nana dan menerima telp itu.

Nana sudah di RS, ia memohon pada Dokter untuk melakukan operasi. Dokter merasa itu sia-sia saja. Ayah Nana sudah koma lama, lagipula biayanya mahal.

Nana menangis : Ada orang yang bangun setelah koma selama 17 th! Bagaimana jika ayahku bangun? Hanya karena uang, maka kau memutuskan untuk membiarkan ayahku seperti itu?

Tiba-tiba Yoon Sung muncul, operasinya sudah dibayar.
Nana kaget. Yoon Sung menunjukkan ponsel Nana dan meninggalkannya, lalu pergi. Nana bingung.

Nana segera mengejar Yoon Sung, tunggu..sebentar, kumohon. Mengapa..kau mau membantuku?
Yoon Sung : Tidak membantumu, hanya tidak mau mendengar ada orang meninggal karena aku.

Nana : Terima kasih. Aku akan membayar kembali uangmu. Tolong katakan no. rekeningmu.
Yoon Sung : Tidak perlu, bagiku uang sejumlah itu hanya untuk beli permen karet. Ambil saja, sebagai sumbangan untuk kaum miskin.

Yoon Sung pergi. Nana berjanji akan membayar uang Yoon Sung.

Nana tidur di bangku RS. Paginya, Nana mendapat telp kalau ia lolos seleksi. Nana senang sekali.

Nana lolos seleksi sebagai pengawal di Blue House. Mereka diterima staf senior, Pertama-tama, selamat datang di Cheong Wa Dae (Blue House/ Kediaman dan Kantor Presiden Korsel) Tapi jangan berharap, setelah masuk ke Cheong Wa Dae, kalian bisa santai.
Kalian harus membawa semangat tempur dan melakukan yang terbaik!

Yoon Sung datang. Senior mereka mengeluh, bagaimana bisa di hari pertama kerja, petugas keamanan datang terlambat?
Nana kaget melihat Yoon Sung. Keduanya saling kenal. Yoon Sung berkata dia bukan petugas keamanan.

Petugas lain datang dan berkata kalau Yoon Sung adalah ahli keamanan komunikasi yang dikontrak Blue House, seorang PhD dari MIT Amerika.

Yoon Sung langsung dikenalkan pada tim komunikasi Presiden, Ini Dr. Lee Yoon Sung. Sebagian besar staf wanita terpesona.

Yoon Sung menempati posnya dan salah satu staf mengenalkan diri, namanya Ki Joon. Dia senior karena sudah kerja di situ selama 2 th. Ki joon ingin Yoon sung menghormatinya sebagai mana orang baru seperti biasanya. Oya..Ki Joon ini si Young Dal-nya Dong Yi hahaha..

Yoon Sung tidak terlalu menanggapi. Apalagi boss mereka bangga sekali dengan PhD-nya Yoon Sung hahaha…gila gelar. (menyebalkan memang, tapi ini Min ho hehe..jadi I’ll take it easy on him)

Nana mendengarkan briefing tentang putri Presiden Choi. Choi Da Hye. Karakternya memang sedikit berbeda. Kemarin, dua petugas keamanan wanita memberikan surat pengunduran diri.
Nana heran, dia datang sebagai pengawal Presiden, bukan putrinya. Seniornya tidak mau tahu, melindungi keluarga Presiden sama pentingnya dengan melindungi Presiden.

Semua harus menjalani training dan sebagai pengawal, ada dua aturan.
Satu : Hanya bisa melihat, mendengar, tidak berbicara.
Dua : Aku adalah sasaran tembak.

Nana mencari Yoon Sung dan minta no rekeningnya.
Yoon sung : Sudah kubilang tidak perlu, ambil saja, untuk permen karet.
Nana : Aku tidak tahu permen karet seharga jutaan. Tidak tahu apa habis atau tidak dikunyahnya. Katakan saja no. rekeningmu.

Yoon Sung berkata Nana tidak akan sanggup membayarnya, lagipula kalau kerja di Blue House Nana tidak diijinkan kerja sampingan.

Nana minta Yoon Sung merahasiakannya. Yoon Sung mengejek Nana, kukira kau mau mendekati aku dengan peristiwa ini, tapi kau bukan tipeku. Apa kau ingin kubelikan kaca ? Yoon Sung pergi.

Nana tidak percaya! Apa? baru kali ini ada orang seperti ini.
(Usia Yoon Sung kayanya aku salah hitung ya, dia lahir th 83 kan, berarti sekarang 28 ya..sorry. Seumuran adik gua.)

Waktunya training bagi pengawal kepresidenan baru serta ahli jaringan komunikasi. Jadi ini kesempatan Kim Nana untuk membanting Yoon Sung.

Nana sukses “mengalahkan” Yoon Sung untuk mendapatkan no. rekeningnya. Katakan saja no. rekeningnya, ok?

Yoon Sung : Tidak perlu.
Nana : tidak, aku harus tahu.
Yoon Sung : Kau, kenapa begitu keras kepala?
Nana : Karena kau menyelamatkan ayahku. Bagiku, dia adalah orang yang paling penting. Karena paling penting, jadi aku tidak bisa menerima begitu saja. Cepat katakan rekeningmu.

Yoon Sung mandi (ngga tahu juga untuk apa scene ini, tapi fans sudah pasti senang hehe) dan merenung tentang Nana, benar2 keras kepala. Yoon Sung jelas tahu kalau Nana adalah gadis di foto yang selama bertahun-tahun “menemaninya”.

Mereka bertemu lagi di Blue House dengan satu kontrak kesepakatan. Yoon Sung tidak terlalu familiar dengan Korea Selatan, makanya ia ingin Nana menjadi sopirnya. Dan juga bantu aku melakukan tugas. Itu untuk membayar kembali hutang Nana.

Yoon Sung berkata kalau hutang Nana itu 5 juta Won, maka setiap tugas yang diselesaikan Nana berharga 25 ribu Won. So, Nana harus melakukan 200 tugas untuk Yoon Sung. (wah bakalan lama dong kerja ama Yoon Sung hehehe).

Nana setuju meskipun sepertinya berat, dia tidak akan menyerah.

Waktunya bertemu dengan Presiden dan keluarganya. Ternyata Choi Eung Chan sudah jadi Presiden! oh no..berarti kalau Yoon Sung harus membunuh orang ke-5, berarti dia harus membunuh Presiden?
Da Hye langsung suka dengan Yoon Sung. Ia bahkan mengedipkan mata ke Yoon Sung.

Yoon sung diperkenalkan pada Presiden Choi. Choi senang. Ia dengar kalau Amerika juga menginginkan Yoon Sung, tapi bagaimana bisa datang ke Korea Selatan?
Yoon Sung berkata dia tidak membutuhkan uang karena ayahnya punya banyak, ia tidak ingin melakukan sesuatu untuk Amerika.

Choi kagum, kau ini patriot juga. Yoon Sung berkata akan melakukan yang terbaik untuk Presiden.

Lalu Presiden dikenalkan pada Kim Nana, usia 27 th, ahli judo. Ada satu lagi pengawal yang dikenalkan pada Presiden.

Da Hye langsung protes, dia tidak butuh pengawal. Presiden meminta putrinya diantar keluar.

Lalu ia berkata pada Nana dan partnernya kalau Da Hye ini keras kepala sekali, ia minta maaf karena menyusahkan keduanya.
Presiden : Anggaplah dia sebagai adik kalian.
Mereka berjanji akan melakukan yang terbaik.
Presiden : Bagus, kumohon kalian bisa mengerti.

Yoon Sung memberikan laporan pada ayahnya. Kalau Cheong Wa Dae juga memiliki teknologi IT mutakhir di dunia. Sementara Lee Kyung Wan sekarang ada di Korea dan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk membentuk image-nya.

Lee Kyung Wan punya beberapa wanita dan ia berkata kalau Kyung Wan menerima suap.

Yoon Sung heran, kenapa Ayahnya hanya memberikan nama Lee Kyung Wan dari 5 nama yang terlibat.
Jin Pyo : Fokuslah pada Lee Kyung Wan, yang lainnya akan muncul dengan sendirinya.
Yoon Sung : Kenapa aku dikirim ke Blue House?
Jin Pyo : Aku akan menjelaskannya padamu nanti. Kau hanya perlu percaya padaku, itu akan cukup.

Yoon Sung mengerti, tapi ia ingin menghancurkan mereka dengan caranya sendiri. Orang tidak akan bisa memaafkan mereka. Yoon Sung akan memakai cara itu.
Jin Pyo heran tapi dia setuju.

Young Jo juga menyelidiki masalah Lee Kyung Wan yang menerima suap. Ia ingin menyiapkan surat penahanan. Seperti biasa, atasan Young Jo tidak mengabulkan, jika kau ingin menahan-nya, berikan bukti.

Young Jo kesal, karena korupsi membuat bangunan jadi jelek dan menyebabkan kematian, serta beberapa keluarga kehilangan rumah. Aku harus mendapatkan bukti untuk memberikan semua orang satu keadilan.
Young Jo bicara pada media. Yoon Sung melihat wawancara itu dan mengenali Kim Young Jo. Yoon Sung sadar, dia juga melacak Kim Mi Hee.

Malamnya, Yoon sung dan Young Jo masuk ke rumah Lee Kyung Wan. Young Jo langsung menemui Lee, tapi Yoon Sung menyelinap dari belakang.
Lee Kyung Wan marah, kau ini siapa, Jaksa Istimewa Kim Young Jo.

Young Jo tidak terpengaruh, karena Lee Kyung Wan tidak mengangkat telpnya, makanya dia datang langsung.
Lee Kyung Wan berkata kalau keputusan Young Jo mencampuri masalah ini adalah kesalahan besar. Aku ini adalah teman baik ayahmu selama 40 th!

Young Jo : Kau adalah teman baik ayahku, ini membuatku malu.
Kyung Wan : Apa? Kau pikir ayahmu lebih baik?

Sementara itu, Yoon Sung berhasil menyelinap ke kantor Myung Wan dan memeriksa buku catatan-nya. Sambil mendengar pembicaraan mereka.

Yoon Sung mengopi ponsel Kyung Wan dan memeriksa semua catatan-nya. Tidak lama, Yoon Sung ketahuan. Ia segera lari setelah mematikan lampu rumah Kyung Wan.

Nana pulang dan memandangi foto keluarganya. Ayah, aku juga ingin seperti dirimu, menjadi pengawal Presiden. Pasti aku akan bisa satu hari nanti, ya kan?
Nana menepuk-nepuk kepalanya sendiri.

Sementara Yoon Sung pulang dan mempelajari petunjuk tentang Lee Kyung Wan.

Paginya, Nana harus mengawal Da Hye di sekolah. Da Hye sedang asyik mendengar musik. Seorang teman prianya mendekat dan Nana kaget. Ia segera menyerang anak itu dan menguncinya di meja. Apa yang kau lakukan?
Anak laki itu ketakutan, aku hanya ingin mengembalikan catatan..
Da Hye syok, kakak, apa yang kau lakukan?

Nana melepaskan anak itu dan minta maaf. Da Hye minta maaf pada temannya, kau pasti ketakutan ya, kau pasti akan ketakutan kalau aku meminjamkan catatanku, iya kan?
Da Hye marah, yang Presiden itu ayahku. Bukan aku!

Nana minta maaf. Da hye mengeluh, dia tidak punya teman. Lalu DA Hye memberikan baju untuk pengawalnya, aku sekarang harus ke club. Kalian jelas tidak boleh mengenakan baju pengawal di dalam, ya kan?

Nana mengantar Da Hye dan Da Hye sangat menikmati suasana klub. Ia menari bersama teman-temannya. Nana harus ke toilet dan ia minta Shin Eun Ah menjaga Da Hye.

Yoon Sung juga pergi ke club itu untuk bertemu Mi Hee. Yoon Sung heran, kenapa akhir2 ini Mi Hee tidak bersama pria tua itu.
Mi Hee : Kami putus. Mungkin terjadi sesuatu, bahkan no ponselnya juga diubah.

Yoon Sung sadar kalau Mi Hee sudah tidak berguna lagi untuknya. Dan secepat ganti baju, Yoon Sung juga mencampakkan Mi Hee, kita juga putus, ya kan?
Mi Hee marah, apa? Dasar pria brengsek!
Yoon Sung tidak peduli dan jalan meninggalkan Mi Hee. Mi Hee mengejar Yoon Sung.

Saat itulah Yoon Sung melihat Nana. Yoon Sung langsung mendekati Nana.
Yoon Sung : Kim Nana ssi aku sudah menunggumu.

Nana heran dan Yoon Sung seperti menunjuk ke satu arah. Nana melihat ke arah itu dan sedikit lengah. Yoon Sung langsung menarik Nana dan menciumnya! Sampai mata Nana melotot kaget.

Yoon Sung melepaskan Nana dan memberikan uang, ini. Terima kasih untuk ciuman-nya, agen.
Nana tertegun, apa ini? uang?
Yoon Sung berkata jumlah nol-nya banyak kan? sebagai ganti 50 tugas. Bye.. Yoon Sung jalan pergi.

Nana sadar apa yang terjadi dan segera meraih bahu Yoon Sung. Langsung membanting Yoon Sung dengan keras ke lantai.
Yoon Sung meringis kesakitan.

Nana mendekat, sakit? aku pikir kulitmu tebal seperti tembok jadi tidak akan sakit.
Nana melempar uang Yoon Sung dan berkata itu untuk biaya RS, ok? oh wow! Moon Jae Shin pasti bangga sekali! Bravo Nana hahaha…

Shin Eun Ah, rekan Nana telp. Ternyata Putri Presiden kabur. Nana langsung lari mencari putri manja itu. Ia bertemu Jaksa Kim, yang mengejar Kim Mi Hee. Kali ini dia tidak lupa identitasnya.

Jaksa Kim tanya siapa Nana, apa kau polisi? Nana tidak bisa mengatakannya, ini juga rahasia. Kim Young Jo mengerti, jangan bilang kalau ini tentang putri kecil Presiden, iya kan?
Nana heran, bagaimana kau tahu?

Young Jo berkata dia pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Young Jo membantu mencari Da Hye. Mereka berhasil menemukan Da Hye dan dua temannya.

Setelah itu Nana mengucapkan terima kasih pada Young Jo. Nana ingin membalas kebaikan Young Jo, mengenai wanita yang kau cari itu, si Brengsek itu pasti tahu. (panggilan Nana untuk Yoon Sung, Jae su deng deng yi? apa itu? haha)

Paginya, Nana dan Eun Ah kena marah karena semalam hampir saja kehilangan Dae Hye. Sudah kubilang dia itu karakternya berbeda. Nana dan Eun Ah janji akan lebih berhati-hati.
Nana harus tetap di dekat Da Hye dan bukannya memberikan kelonggaran untuknya karena kasihan. Mengerti?

Nana dapat pesan dari Yoon Sung untuk membawakan kopi untuknya. Sebagai tugas pertama Nana.

Nana menemui Yoon Sung sambil bawa kopi. Yoon Sung mengeluh, ah ini sudah dingin. Nana kesal, berapa jauh dari kantor kesini!
Nana memberikan buku untuk Yoon Sung, tiap selesai satu tugas, Yoon Sung harus memberikan cap.

Yoon Sung heran, kemarin kenapa tidak mengambil uangnya? Bukankah dengan mengambil uang itu sama dengan melakukan 50 tugas sekaligus?

Nana marah, aku sudah bilang tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang! Nana ingin Yoon Sung minta maaf karena insiden semalam.
Yoon Sung : ciuman? hei! itu hanya cara mengatakan halo. (what?)
Nana : Kau memanfaatkanku, iya kan?

Yoon Sung heran kenapa Nana ribut sekali, seperti itu adalah ciuman pertamamu saja. Nana membuang muka, karena memang iya.
Yoon Sung geli dan sepertinya dia senang sekali.

Saatnya latihan judo dan Nana ingin “memberi pelajaran” untuk Yoon Sung lagi. Yoon Sung cuma senyum-senyum saja dan tidak melawan saat dibanting Nana. Hei, ini cuma latihan, jangan terlalu keras.
Nana : Kita sedang latihan dan kau lihat apa dengan mata seperti itu?

Yoon sung geli, kau harus jujur padaku, itu ciuman pertama, ya kan?
Nana : Apa katamu?

Nana langsung menyerang Yoon Sung lagi, sekarang menjatuhkan Yoon sung dari bagian kaki. Sayangnya ini membuat mata kaki Nana terkilir. Terlalu emosi dia.
Yoon Sung : Jangan pura-pura sakit, ayo berdiri.

Jaksa Young Jo datang dan ia mencari Yoon sung. Young Jo ingin mendapatkan no telp Kim Mi Hee.
Yoon Sung berkata jika dia harus menyimpan no ponsel teman kencan semalam-nya, memori ponselnya akan habis.

Young Jo kaget, apa?
Yoon Sung tanya, apa Young Jo menyukai wanita itu? Seleramu unik juga Kim Young Jo-ssi.

Nana tidak sengaja mendengar perkataan Yoon Sung dan dia kesal, dasar playboy.

Young Jo tidak mau mendengar pembicaraan ngawur Yoon Sung, ia tanya apa Yoon Sung benar2 tidak tahu kalau wanita itu adalah saksinya dalam penyelidikan tentang Lee Kyung Wan.
Yoon Sung : Tidak tahu. Yoon Sung pergi.

Young Jo melihat Nana jalan pincang. Kau mau kemana dengan kaki seperti ini? Nana ingin mendapatkan perawatan akupuntur. Young Jo ingin mengantar Nana.

Tapi Yoon Sung sudah tiba di dekat mereka dengan mobilnya, masuk ke mobil!
Nana : Aku tidak mau!

Yoon Sung : Cepat masuk ke mobil! Aku yang membuatnya seperti ini.

Sampai di RS, mereka melihat seorang perawat meminta pada dua anak kecil agar mereka tidak makan roti lagi. Anak perempuan itu punya alergi pada tepung. Mereka seharusnya makan di Sunshine Welfare.
Yoon Sung ingat kalau tempat itu juga ada hubungannya dengan Lee Kyung Wan.

Nana kenal dua anak itu, mereka tinggal di apartemen yang sama. Mereka harus ke Sunshine Welfare karena mereka penerima bantuan dari pemerintah.
Nana heran, mereka tidak seharusnya menerima bantuan.

Nana minta Yoon Sung mengikuti kedua anak itu. Mereka makan roti lagi dan ada mobil yang hampir menabrak mereka. Ternyata itu mobil Lee Kyung Wan. Yoon Sung melihatnya, ia melihat Lee Kyung Wan memperhatikan putranya sendiri tanpa sadar kalau mobilnya hampir menabrak anak lain.

Lee Kyung Wan sedang bersama seorang pria, dari Sunshine Welfare. Kyung Wan minta pria itu melakukan sesuatu dengan anggaran untuk Sunshine Welfare, ini bukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya kan? Aku hanya percaya padamu.

Yoon Sung mengantar Nana pulang, masuklah. Nana mengucapkan terima kasih.
Tapi Nana hampir jatuh saat naik tangga dan of course..Yoon Sung turun tangan menggendong Nana sampai apartemen-nya 🙂

Yoon Sung menunjuk : apa ini? grafiti?
Nana berkata itu ukuran tinggi badannya. Ayahnya yang mengukur dari usia 7 th s/d 17 th. Ayahku yang membantuku mengukur tinggi badan, setiap bulan sekali.

Yoon Sung melihat2 rumah Nana dan tanya, sudah membawamu kesini, paling tidak kau harus memberiku minum, kau tidak punya sopan santun ya? Kemana ibumu?
Yoon Sung : Baiklah aku akan mencari makanan untukku sendiri.

Yoon Sung menemukan mie instant, apa ada ramen? Nana tidak percaya, apa yang kau lakukan? membongkar barang orang lain?
Yoon Sung : Ini disini, apa kau mau juga? Apa aku harus masak untuk dua orang?

Yoon Sung masak mie untuk berdua, kelihatannya enak.

Yoon Sung menunjuk stiker merah di barang2 Nana, mengoleksi stiker merah sepertinya adalah hobimu, ya kan? disini, disana.
Nana heran, kau benar2 tidak tahu ?

Nana menjelaskan, ayahnya sudah koma selama 10 th. Ibuku meninggal karena kecelakaan. Barang2 ini ditempel stiker merah dari bank untuk diambil kalau tidak bisa membayar hutang.. Tapi Nana akan membayar hutangnya perlahan-lahan.

Tiba-tiba terdengar gedoran di pintu Nana, noona! noona! Nana kaget, siapa itu?
Ternyata anak laki yang tadi dari RS, ia panik. Kakakku sangat aneh, dia tidak bisa bernafas. Nana dan Yoon Sung bergegas melarikan mereka ke RS lagi.

Anak perempuan itu sudah diinfus dan mendapat perawatan. Nana tanya, sakit asma kan? Dokter berkata belum jelas, tapi dia alergi tepung. Hari ini dia makan mie.

Yoon Sung duduk di ruang tunggu sementara anak laki kecil itu tidur di pangkuannya. Yoon Sung pura2 tanya pada Nana, Kim Nana, aku tidak bisa pergi duluan ya?
Nana : Jika kakiku tidak sakit, apa aku akan memintamu untuk kesini? Ah benar2!

Mereka membawa kedua anak itu pulang. Nana marah pada gadis kecil itu, Buatlah makanan untuk dimakan bersama adikmu. Kau sudah tahu kalau makan mie akan mendatangkan masalah, juga makan roti.
Gadis kecil itu kesal, kakak, apa kau tahu apa yang terjadi? air, gas di rumah kami sudah tidak jalan lagi.

Nana kaget, bagaimana dengan paman? Gadis itu berkata kalau ayah mereka pergi beberapa hari lalu.
Nana tidak percaya, jadi kalian berdua..ah aku akan gila. Lalu mengapa kau tidak pergi ke panti asuhan untuk mendapat makanan, kenapa makan roti?

Gadis itu tidak mau pergi ke panti sosial dan sebagainya, bagaimana kalau teman-teman kami tahu kami pergi ke panti sosial untuk mendapatkan makanan? Kami akan diejek sebagai pengemis. Daripada jadi bahan ejekan, lebih baik menahan lapar atau makan roti, mie.
Daripada dikasihani, lebih baik kelaparan. Nana tidak tahu harus mengatakan apa, tidak ada yang akan mengatakan kalian pengemis, ok? tidurlah.

Yoon Sung juga mendengar ini dan ia tampak tersentuh. Yoon Sung ini meskipun tinggal di pedalaman cukup lama, tapi dia tidak pernah merasakan kekurangan makan, kalau kurang kasih sayang memang iya.

Nana langsung menyeret Yoon Sung ke Sunshine Welfare, bagaimana bisa membuat anak yang sakit sampai menangis. Yoon Sung protes karena dibawa kesana sini. Nana berkata kalau kakinya tidak apa-apa, dia tidak akan mengajak Yoon Sung.

Yoon Sung : Berhenti mengeluh, aku benci tempat seperti ini. Tidak ada gadis cantik disini. Kau menjadikan kakimu sebagai alasan, kan? Apa aku tidak akan mendapat stempel atau semacamnya?

Nana menemui petugas sosial dan mendaftarkan anak2 itu. Staf berkata untuk menunggu sebentar.
Lalu ia berdiri lagi, ia memanggil temannya, Shim Jae Dong, anak2 ini berkata mereka menerima uang tapi kelaparan.

Yoon Sung ingat nama Shim Jae Dong, nama itu ada di buku catatan milik Lee Kyung Wan.

Shim Jae Dong datang dan menjelaskan kalau anak2 itu sudah menerima bantuan uang 11 juta Won perbulan ke rekening mereka. Tapi kenapa berkata masih lapar? Bagaimana mungkin? Bisa saja mereka menggunakan uang itu untuk main game lalu mengaku kelaparan.

Yoon Sung marah, jika itu kau, apa kau mau main game atau kelaparan?
Shim Jae Dong : Siapa kau?
Yoon sung : Aku benci melihat anak-anak kelaparan. Orang sudah bayar pajak dengan tinggi kenapa masih ada anak-anak yang kelaparan. Aku benar2 ingin tahu alasaanya.

Shim marah, itu..apa ini? Apa maksudmu aku pencuri ?
Yoon Sung : Aku tidak tahu, siapa sebenarnya yang berkata bohong? Aneh.
Shim : Orang ini ..benar-benar..

Nana segera menghentikan cekcok itu, tolong urus masalah ini dan konfirmasi secepatnya, ok? Nana menyeret Yoon Sung keluar.

Yoon Sung mengamati letak kamera CCTV dan ia menoleh sekali lagi.

Yoon Sung melihat Shim Jae Dong menghancurkan dokumen di mesin penghancur kertas.

 

credit: http://www.dramakoreaterbaru.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 07/04/2011 in K-Drama, Sinopsis

 

Tag: , , , , ,

[sinopsis] City Hunter Episode 1

City Hunter episode 1

Genre : Romance
Episode : 20
Produksi : SBS, 25 Mei s/d 28 Juli 2011
Tayang : Rabu-Kamis, pk 21:55

Sutradara : Jin Hyuk
Screenwriter : Hwang Eun Kyung, Choi Soo Jin
Based on manga by Tsukasa Hojo

Cast :
Lee Min Ho as Lee Yoon Sung
Park Min Young as Kim Na Na
Lee Joon Hyuk as Kim Young Joo
Hwang Sun Hee as Jin Soo Hee
Goo Ha Ra as Choi Da Hye

Kim Sang Joong as Lee Jin Pyo
Chun Ho Jin as Choi Eung Chan
Kim Sang Ho as Bae Shik Joong
Park Sang Min as Park Moo Yul
Kim Mi Sook as Lee Kyung Hee
Lee Seung Hyung as Song Young Duk
Yang Jin Sung as Shin Eun Ah
Lee Kwang Soo as Go Ki Joon
Kim Byung Choon as Jang Woo Hyun
Shin Young Jin as Kim Mi Ok
Lee Hyo Jung as Lee Kyung Wan
Choi Jung Woo as Chun Jae Man
Choi Il Hwa as Kim Jong Shik
Choi Sang Hoon as Seo Yong Hak

Episode 1

Seorang wanita berjuang untuk melahirkan di Rumah Sakit. Detak jantung bayinya mulai melemah, dokter meminta wanita itu mendorong sekali lagi. Jika tidak keluar juga mereka akan siap operasi. Sepertinya ini ibu tokoh utama kita.

Kita loncat ke Birma, 9 Oktober 1983 (Ternyata peristiwa ini nyata, yaitu percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan Chun Doo Hwan. Membunuh 21 orang dan melukai 46 orang. cek Wikipedia untuk kisah lengkapnya.).
Percobaan pembunuhan ini dilakukan oleh Korea Utara.

Dua agen Korsel, Lee Jin Pyo dan Park Mu Yeol sedang menunggu rombongan Presiden Chun. Rencananya, Presiden akan meletakkan karangan bunga di Makam Pahlawan.

Sepertinya rombongan itu sedikit terlambat. Tidak lama rombongan mobil masuk ke dalam taman makam Pahlawan.

Sebuah tangan diperlihatkan menekan detonator dan BOOM!! Ada ledakan besar!
Dua agen Korsel itu selamat dan memeriksa keadaan sekitar. Banyak mayat bergelimpangan dan orang-orang yang terluka.

Bayi itu lahir. Selamat, kata dokter. Bayinya lelaki.

Berita pengeboman di Birma itu langsung menjadi head line di Korea Selatan.

Ini adalah berita penting. Presiden yang menghadiri pertemuan Aung Sang telah dibom. Dalam serangan itu seorang bodyguard dan 16 reporter terbunuh. 4 rakyat Birma meninggal dalam ledakan. Pencarian Presiden masih dilakukan setelah ledakan di Aung San.
Pemerintah Aung Sang, Birma sedang melakukan peringatan istimewa di Taman Makam Pahlawan. Kami ada dalam kondisi berduka.

Wanita yang mendengar berita itu langsung syok. Dia adalah istri Park Mu Yeol. Ayah kandung Lee Yoon Sung (Min Ho).

Korea Selatan berduka. Lima politisi penting Korsel langsung mengadakan pertemuan, wow..semua aktor paruhbaya keren muncul disini. Mereka jelas marah dengan apa yang terjadi.

Ini gila, hanya beberapa hari setelah pemimpin Soviet turun. Orang2 yang tertangkap adalah mereka yang direkrut untuk meletakkan bom. Bahkan Militer Korut mengakui kalau tim itu berasal dari agen mereka. Tugas mereka adalah membunuh Presiden.
Beraninya mereka! Mereka ingin perang. Ini memalukan bagi negara kita.
Lalu salah seorang tanya pada pemimpin, apa rencanamu?

Choi Eung Chan : Baiklah, kita akan menyerang juga. Apa kalian semua setuju?
Tiga langsung setuju, tapi satu politisi sepertinya kurang senang.

Choi menemui dua agen Korsel Lee Jin Pyo dan Park Mu Yeol. Choi berkata kalau teroris yang menyerang Aung San harus dihukum atas nama Korsel, meskipun Presiden tidak setuju. Tapi mereka harus membalasnya.
Choi : Di seluruh Korsel hanya ada 5 orang yang tahu mengenai ini.

Kedua agen tanya, apa rencananya?
Choi : Menyusup ke Pyongyang.

Rencananya, kedua agen itu harus memimpin pasukan untuk membunuh 30 Jenderal Korea Utara. Untuk membalas kematian puluhan pejabat Korea Selatan.

Mu Yeol mengunjungi istrinya, Kyung Hee. Mu yeol datang bersama Jin Pyo. Mu Yeol menggendong putranya untuk pertama kalinya.
Mu Yeol : Sayang, aku ayahmu. Kudengar kau tidak keluar dengan cepat. Ibumu harus kerja keras.

Jin Pyo memberikan bunga, kalian berdua sudah jadi orang tua. Dan memuji Kyung Hee, kau sudah kerja keras.
Mu Yeol : Hei! dia kakak iparmu.

Kyung hee berterima kasih karena mereka sudah kembali dengan selamat. Aku melihat berita, kau tidak tahu betapa cemasnya aku.
Jin Pyo : Jangan cemas, aku baik-baik saja.
Mu Yeol kesal, dasar gila! kenapa istriku harus mencemaskanmu?

Kyung Hee geli dan menghibur Jin Pyo, aku tahu kau sekuat suamiku. Jin Pyo mengeluh, aku benar2 patah hati. Aku harus menikah tahun ini.
Jin Pyo minta Mu yeol menjaga keluarganya. Jin Pyo harus pergi. Tapi Mu Yeol ingin ikut. Kita pergi bersama.

Mu Yeol minta maaf pada Kyung Hee karena dia harus pergi lagi. Kyung Hee kaget, kemana? Park Mu Yeol!
Mu Yeol janji akan segera kembali. Kyung Hee tanya, kapan? Mu Yeol tidak bisa menjawab, hanya berkata akan segera memberi nama putra mereka setelah dia pulang.
Kyung Hee : Bukan ke tempat berbahaya kan?

Mu Yeol : Jangan cemas. Aku akan segera kembali ke sisimu dan putra kita. (yang tidak pernah dia tepati)
Mu Yeol melepaskan tangan istrinya dan Kyung Hee terlihat enggan melepaskannya.

Mereka bersiap untuk menyusup ke Korut. Dua agen itu mengumpulkan pasukan. Ahli ledakan, sersan Lee Min Gu, Pengendali jarak jauh, Sersan Song Ho Yeol. Ahli IT Kopral Park Ji Gwon.
Mereka harus menyamar menjadi orang Korut dan membunuh pejabat tinggi Korut.

Choi datang. Semua menghormat. Choi Eung Chan memberikan semangat nasionalismu untuk mereka.
Choi : Kalian semua pantas menjadi pemimpin. Secepat mungkin, temukan identitas mata-mata yang dikirim oleh Korut. Aku bangga pada kalian. Kalian melakukan ini demi ibu pertiwi. aku Choi Eung Chan, tidak akan peduli apa yang terjadi. Meskipun kalian mempertaruhkan nyawa kalian, kalian harus memastikan kalau kalian akan menyelesaikan tugas secara baik dan kembali dengan selamat.

Mereka harus berkumpul di Pelabuhan Nampo dan Choi janji akan mengirim kapal selam untuk membawa mereka kembali.

Pyongyang

Pasukan itu berhasil menyusup dan mulai melakukan pembunuhan. Mereka bergegas ke pantai menunggu kapal.
Meskipun Moo yeol tertikam tapi Jin Pyo berhasil membunuh orang itu dan menyelamatkan Moo Yeol.

Seoul

Choi Eung Chan gelisah, Presiden Chun tidak menyetujui misi ini, jadi tidak akan mengirim pasukan pendukung.

Choi bingung, lalu apa yang terjadi dengan orang2 yang kita kirim?
Rekan2 Choi mengusulkan untuk menghabisi mereka. Choi tidak setuju, kita sudah mengirim kapal selam ke Pelabuhan Nampo. Choi ingin menemui Presiden.

Mereka menahan Choi, jika mereka melakukan kekerasan, itu akan membuat suasana semenanjung Korea semakin tegang. Apalagi Korsel harus memenuhi perjanjian pertahanan keamanan tiga negara, bersama Jepang dan Amerika. Amerika sangat keras dalam hal ini.

Choi marah, orang2 yang kita kirim, apa kita akan membiarkan mereka dibunuh oleh orang2 Korut?
Semua membujuk Choi. Jadi intinya tim yang dikirim akan dibiarkan terbunuh untuk melenyapkan bukti. (mirip wo sh shei-nya Jackie Chan)

Choi marah, kalian semua mudah sekali melupakan yang terjadi. Apa kalian bisa jujur? kalian semua takut tanggung jawab dan jangan bilang kalian memintaku untuk mengorbankan nyawa 21 orang lagi?!
Semua ingin menghabisi tim itu untuk menyembunyikan misi ini dari orang-orang.

Nampo,
Kapal selam tiba, tim yang menunggu di pantai mulai berenang ke arah kapal selam. Tim pertama memanjat naik. Tapi mereka mulai ditembaki oleh sniper misterius. Tidak kecuali Park Mu Yeol dan Lee Jin Pyo.
Jin Pyo kaget, kenapa? kenapa? kita ada di pihak yang sama!!! Mu Yeol sempat berpandangan mata dengan sniper-nya.

Mu Yeol menjadikan dirinya tameng dan menyelamatkan nyawa Jin Pyo.
Mu Yeol mendorong Ji Pyo semakin dalam menyelam ke dasar laut. Membiarkan dirinya ditembaki. Jin Pyo panik, Mu yeol! Mu Yeol!

Kapal Selam itu meninggalkan mereka. Jin Pyo muncul di permukaan dan jelas melihat kapal itu kembali ke laut Korea Selatan. Sementara mayat-mayat tentara Korea Selatan dibiarkan terapung di laut Korea Utara. Harus diakui ini benar2 menyakitkan.

Mu yeol : Aku sudah ditikam, aku tidak akan bertahan. Kau harus hidup, Aku titip Kyung hee dan putraku. Kau harus tetap hidup dan menjaga mereka untuk aku.
Jin Pyo menangis, Mu yeol..Mu Yeol!!
Mu Yeol : Aku menyayangimu, temanku.
Mu Yeol menghembuskan nafas terakhirnya.

Jin Pyo menangis dan melepaskan mayat Mu Yeol yang tenggelam perlahan ke dasar laut dengan penghormatan terakhir. Wow..ini benar2 perpaduan Titanic dengan Bad Guy. You have to watch it guys, so heartbreaking.

Jin Pyo murka! Dia berenang kembali ke pantai Korsel.

Choi Eung Chan mendapat informasi kalau tim yang dikirim sudah mati semua. Semua dokumen juga sudah dilenyapkan. Semua minta Choi merahasiakan misi ini hanya diantara mereka berlima saja. Semua mengerti dan pergi meninggalkan Choi.

Choi sendirian dan tiba-tiba sebuah pisau mengancam lehernya. Lee Jin Pyo muncul di belakang Choi! Keren…cepat sekali dia!

Jin Pyo : Aku melihat bunga mugung/ mugunghwa dimana-mana (bunga nasional Korsel), jika kau menciumnya terus, aromanya akan jadi busuk. Sepertinya kau punya sedikit kesadaran. Kau juga punya nyali untuk menyimpan tag-name mereka? (tag nama yang biasa dimiliki anggota militer)
Apa kau pikir kau bisa hidup tenang? Aku sudah datang untuk mengambilnya.

Choi : Aku minta maaf. Kami benar2 tidak punya pilihan lain. Aku minta maaf.
Jin Pyo murka : 20! di depan mataku, rekan-rekanku ditembaki sampai mati. Tidak mudah melawan musuh. Aku pikir kalian datang menyelamatkan kami.

Choi minta maaf, semua ini demi perjanjian tiga negara. Kami memilih keselamatan diri sendiri dibanding ke-21 pasukan kami. Kami mendasarkan keputusan dengan pengaruh dari Amerika. Mereka bisa menggunakan senjata nuklir untuk melindungi kami. Ini untuk membangun kerjasama antara Korsel dengan sekutu yang lebih kuat, mereka akan jadi aset jika kita bisa menggunakan kekuatan militer sekutu kita untuk mendukung kita.

Jin Pyo : Kau melakukan ini demi mendapat kekuasaan yang lebih besar, iya kan?
Kau tahu, kami mungkin bisa menyerahkan nyawa kami untuk negara. Tapi jelas, kami tidak akan mengorbankan nyawa demi pejabat. Kupikir kalian akan mendukung kami dalam misi kami. Kau beruntung. Kau hanya duduk disini sementara kau memerintah yang lain dan kami mengorbankan nyawa kami.
Apa yang akan kau lakukan sekarang untuk semua nyawa yang sudah hilang?!

Choi : Bunuh saja aku.

Ada ketukan di pintu. Kepala Departemen? Apa kau didalam?
Jin Pyo menyelinap pergi lewat jendela. Staf Choi heran anginnya keras, kenapa jendelanya terbuka?

Choi berkata dia merasa sedikit sumpek. Lalu ia menemukan pesan dengan pisau tertancap di mejanya : 20 orang dikhianati oleh negaranya sendiri. Aku pasti akan mengambilnya kembali”.

Jin Pyo pergi ke rumah sahabatnya, Mu Yeol. Ia mengamati Kyung Hee. Anjing mereka menggonggong dan Kyung Hee melihatnya. Jin Pyo segera mengambil bayi Kyung Hee.

Kyung Hee kembali dan bayinya sudah hilang. Hanya ada surat, Mu yeol sudah mati. Aku akan mengambil anak ini dan membesarkannya. Tanpa anak ini, kau akan bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri. Mulailah dari awal lagi. Kau harus bahagia.
Kyung Hee panik dan lari mencari bayinya, anakku..anakku, tapi tidak ada jejak Jin Pyo dimanapun.

Jin Pyo membawa bayi itu pergi meninggalkan Korea dengan perahu motor.
Bayi itu menangis terus dan seorang wanita membantu Jin Pyo menenangkannya.

Jin Pyo mengamati foto mereka ber-empat, Mu Yeol, Kyung Hee, Choi Eung Chan dan dirinya. Ia bersumpah : Mu Yeol, aku ambil anak ini dan akan aku akan memberinya nama. Bukan sebagai Park Lee, tapi namanya Lee Yoon Sung. Aku akan membawanya. Ini adalah salah satu pembalasan dendam paling kejam, karena itulah alasan aku hidup.

10 tahun kemudian. Lokasi : Sebelah Utara segitiga emas, Asia Tenggara. Thailand

Jin Pyo menjelma jadi bos mafia obat bius. Jin Pyo dengan gajahnya melihat anak buahnya menjual obat bius ke Korea.
Dengan dingin JinPyo berkata : Aku sudah bilang kau bisa menjual ke mana saja selain Korea Selatan.
Jin pyo langsung mengeksekusi pria itu.

Yoon Sung kecil belajar menembak dan dia dengan bangga berkata ke Jin Pyo, ayah! Ayah, keahlianku menembak sudah semakin bagus, iya kan?
Jin Pyo mengajar Yoon Sung dengan keras, ia menunjuk, kepala, leher, dada! Jika tidak maka kau yang akan mati.

Anak buah Jin pyo mendekat dan berkata kalau sebagian besar anak tidak mengenai sasaran. Yoon Sung ini benar2 bagus. Jin Pyo tidak tergerak, dia menyuruh anak buahnya membawa Yoon Sung latihan bela diri.

Yoon Sung latihan bela diri, dia sudah kerja keras, tapi Jin Pyo hanya teriak, apa hanya seperti itu saja? Lakukan dengan benar!

Malamnya, Yoon Sung pulang dan dia membuka laci ayahnya. Di dalam, ada foto Jin Pyo, Mu Yeol, Kyung Hee dan bahkan Choi Eung Chan.
Jin Pyo marah, apa yang kau lakukan? berikan padaku.

Yoon Sung : Apa ini…ibu? ibuku? pasti menyenangkan kalau aku punya ibu seperti Muong Surin. Kenapa aku tidak punya ibu?
Yoon Sung memohon untuk melihat foto itu lagi.

Jin Pyo berkata kalau ibu Yoon Sung sudah meninggal. Lalu merobek foto itu. Yoon Sung lari ke hutan sambil menangis sedih.

Yoon Sung melihat seorang ibu (wanita yang menggendongnya ketika bayi di perahu) bersama anaknya. Wanita itu tampak baik hati, dia meminta Yoon Sung datang, Poo Chai, ayo kesini.
Yoon Sung mendekat dan berbaring di pangkuan wanita itu. Kasihan anak ini.

Yoon Sung menghabiskan waktunya untuk main dengan gajahnya di sungai, ia duduk di punggung gajah.

Lalu waktu berlalu dan dia tumbuh jadi Lee Min ho hahaha…

Di perkampungan Jin Pyo terjadi ledakan dan dia mendengar dari radio kalau seekor monyet sudah menginjak ranjau, Jin Pyo teriak, Poo Chai!!! itu nama panggilan Yoon Sung di Thailand.
Jin Pyo teriak2 mencari Poo Chai, dan dia kesal sekali karena tidak menemukan anaknya itu.

Poo Chai kita sedang pesiar bersama teman-temannya, mereka naik perahu dan melihat-lihat desa. Sempat mencuri buah, dan menikmati pemandangan.

Yoon Sung tiba2 mendengar teriakan dalam bahasa Korea dan dia ingin tahu. Yoon Sung melihat seorang paman yang terancam dipotong jarinya di lokasi perjudian pinggir kampung.

Yoon Sung melemparkan apel ke arah preman kampung itu. (Oh jadi ingat Moon Jae Shin) keren…tepat sasaran.
Preman itu marah, apalagi Yoon Sung tersenyum pada mereka. Yoon Sung tidak berhenti, tapi melemparkan apel lain ke wajah bos mereka.

Yoon Sung segera berurusan dengan preman2 itu, lalu mendekati paman Korea itu, Ajussi! Kau orang Korea kan?
Paman itu ketakutan, ya.

Yoon Sung : Itu hebat! Kau adalah orang Korea pertama yang kulihat.
Paman itu kaget, kau, kau kau..juga orang Korea?

Yoon Sung segera mengajak paman itu lari. Keduanya lari melalui pasar, termasuk menabrak penjual ular phiton, ini mungkin untuk membuktikan kalau Lee Min ho tidak takut memegang ular haha..Mereka lari dengan merampas perahu.
Paman itu tanya, kita mau kemana?

Yoon Sung membawa paman itu ke rumah ayahnya. Jin Pyo tentu saja murka dan menampar Yoon Sung. Kau meninggalkan perkampungan lagi. Apa yang akan kita lakukan jika kau tanpa sengaja menginjak ladang ranjau? Dan juga, meskipun kau membantu seseorang, membawa orang luar masuk perkampungan ini benar2 terlarang. Kau tahu itu, iya kan?

Yoon Sung : Nyawanya terancam, bagaimana aku bisa meninggalkannya sendiri? Lagipula, dia orang Korea Selatan!
Jin Pyo : Aku tidak peduli meskipun nyawanya dalam bahaya. Jika dia bisa lolos dari sana, dia harus mati disini! Dia harus mati sekarang.

Paman itu ketakutan. Jin Pyo dengan bengis tanya, kau! Apa yang bisa kau lakukan?
Paman itu langsung menjawab : Nasi! aku bisa masak. Aku koki di kapal.

Pria itu lalu mengeluarkan keahliannya. Dia masak masakan Korea dan menyajikan untuk Yoon Sung dan Jin Pyo. Yoon Sung makan dengan lahap, ini hebat! enak sekali.
Nama pria itu Bae Shik Joong. Bukan Joong serangga tapi dari kata berat.
Yoon Sung : Makanan dan berat.

Jin Pyo : Bae Shik Joong
Shik Joong : Ya?
Jin Pyo : Saat kau melarikan diri dari sini, itu adalah saat kau mati.
Shik Joong berterima kasih. Jin Pyo pergi.

Shik Joong ingin tahu siapa dia. Yoon Sung berkata kalau dia adalah ayahnya. Sedangkan nama Koreanya adalah Lee Yoon Sung.

Yoon Sung menarik foto dari kantung Shik Joong, siapa ini? Apa ini putri Paman?
Shik Joong : Dia cantik, iya kan? sepertinya dia tipe gadis yang cocok untukmu.
Yoon Sung : Siapa namanya?
Shik Joong : Kim Nana (Park Min Young)

Yoon Sung heran, kenapa nama keluarganya berbeda, berarti dia bukan putrimu.

Yoon Sung menunjukkan perkampungan itu pada Shik Joong. Shik Joong heran melihat cara tidur Jin Pyo, yang duduk dengan senjata siap di tangan. Bagaimana dia bisa tidur seperti itu?
Yoon Sung menunjukkan kemampuannya menembak. Shik Joong ingin mencoba tapi Yoon Sung berkata kalau semua harus minta ijin ayahnya dulu.

Anak buah Jin Pyo datang bersama wanita yang selalu baik pada Yoon Sung. Jin Pyo berkata apa Yoon Sung tahu kalau suami Muong Surin mencuri obat bius lalu melarikan diri?
Jin pyo mengikat Muong di dekat target latihan Yoon Sung, tembak yang benar, kalau tidak Muong Surin yang akan mati.

Yoon Sung : Ini bukan salah Muong Surin!
Jin Pyo : Aku hukum disini! Hukumku adalah memberikan pengkhianat apa yang pantas mereka terima.

Yoon Sung : Kau bisa mencoba memaafkan mereka, Ayah.
Yoon Sung memohon, baik, aku akan menembak. Tapi jika aku bisa menembak semua target, aku minta kau memaafkan dia.
Jin Pyo setuju.

Yoon Sung menembak semua target dengan tepat. Lalu melempar pistolnya dengan marah.

Yoon Sung tiduran dan memandang foto Kim Nana. Yoon sung bicara dengan foto Nana, mengarahkan senjata pada orang yang kau sayangi, apa itu masuk akal? Aku muak dengan hukum yang tidak beralasan.
Yoon Sung ngomel, kau tinggal di Seoul, dan hidup dengan bahagia.

Beberapa orang menyusup ke perkampungan itu dan melihat Yoon Sung tiduran. Mereka preman yang dipermalukan Yoon Sung saat di pasar, mereka ingin menembak Yoon Sung.
Yoon Sung tidak tinggal diam, dia langsung berciat-ciat ria, masih sempat menyelamatkan Bae Shik Joong.

Yoon Sung sempat pura2 mati, menunggu preman itu mendekat. Saat mereka mendekat, Yoon Sung langsung meloncat bangun dan melawan mereka.
Muong keluar karena mencemaskan Yoon Sung, sayang dia justru tertembak oleh preman itu. Yoon Sung syok, Muong Surin!

Yoon Sung mendekati Muong, dia tidak memikirkan keselamatannya, Muong Surin, bangun! buka matamu! kumohon buka matamu…
Yoon Sung hampir tertembak, kalau saja Jin Pyo tidak datang tepat waktu dan menembak preman itu.

Yoon Sung murka, aku akan membunuh mereka semua!! Yoon Sung lari mengejar tiga penjahat yang lolos. Jin Pyo teriak, nak! jangan pergi sendiri!! Berhenti bertindak sembrono!

Yoon Sung tidak melihat jalan, dia mendengar bunyi klik, dan Yoon Sung membeku. Dia sudah menginjak ranjau!
Tiga bandit itu hampir menghabisi Yoon Sung, karena Yoon Sung sudah kehabisan peluru dan tidak bisa bergerak. Untung Ayahnya datang dan membereskan kekacauan.

Sekarang, Lee Jin Pyo harus menyelamatkan Yoon Sung dari ranjau. Ayah!
Jin Pyo mencari sesuatu yang bisa menggantikan bobot Yoon Sung. Keduanya tegang. Jin Pyo memberi tanda dan dia segera menerjang Yoon Sung.

Ranjaunya meledak mengenai kaki kanan Jin Pyo. Sekarang Jin Pyo kehilangan kaki kanannya. Oh ini mengerikan.

Yoon Sung teriak, ayah! ayah kau tidak boleh mati! Ayah kumohon! Yoon Sung menggendong Jin Pyo pergi.
Yoon Sung mencari bantuan dokter.

Jin Pyo : Anakku..satu kaki sebagai ganti nyawamu bukan masalah.

Dokter berkata kalau Jin Pyo sudah mendapat anestesi tapi masih ada serpihan ranjau di tubuhnya dan lukanya sudah dijahit, sayang dia kehilangan banyak darah.

Jin Pyo minta pisau. Yoon Sung heran, pisau?
Jin Pyo berkata kalau di bahu kirinya ada luka tembak. Potong disana.
Yoon Sung : Ayah..
Jin Pyo : Cepat! Ada peluru di dalamnya.

Yoon Sung menemukan peluru itu.

Jin Pyo minta Yoon Sung mendengar ceritanya, ini cerita tentang ayah kandungmu. Yoon Sung kaget, apa maksudmu ayah kandungku?

Jin Pyo : 17 th lalu, ada 20 nyawa yang dikhianati oleh Tanah Air. Saat itu, ayahmu terluka dalam pertempuran. Demi menyelamatkanku, melindungiku, dia membiarkan dirinya tertembak. Pelurunya..setelah menembus jantung ayahmu, pelurunya tertancap di pundakku.

Alasan kenapa aku hidup sampai sekarang, karena ayahmu menyelamatkanku dan mati demi aku. Dan juga demi membalas mereka semua. Yoon Sung, kau harus hidup demi ayahmu. Berikan peluru itu ke jantung musuhnya dan musuhku.

Yoon Sung : Jadi itu alasan mengapa kau melatih aku dengan kejam, untuk balas dendam, iya kan?

Jin Pyo mulai kehilangan kesadaran. Jin pyo ingat Mu Yeol, Kyung Hee. Ia minta maaf, aku sudah mencoba yang terbaik..Yoon Sung minta dokter menolong ayahnya.

Yoon Sung mengamati foto ibunya yang direkatkan kembali.
Yoon Sung menemui Jin pyo : Siapa yang membunuh ayah kandungku?
Jin Pyo : Ada 5 orang.

Yoon Sung : Maka 5 orang itu akan dibunuh. Ayah, kau dan aku. Apa kita bisa memulai lagi dari awal di tempat yang tidak diketahui orang dan hidup bahagia? Ada satu pertanyaan terakhir, ibuku..apa dia masih hidup?
Jin Pyo : Dia masih hidup.

Yoon Sung menemui Shik Joong, ia bersumpah : Aku ingin berubah, ini adalah takdirku.

7 tahun kemudian, Republik Korea Selatan
(Usia Yoon Sung : 10+7+7 = 24 th)

Lee Yoon Sung, tiba di Incheon International Airport. wee…looking good hahaha tidak ada yang kelihatan keren pakai celana pink kecuali Lee Min Ho memang.

Yoon Sung masuk ke mobil yang menjemputnya. Dia menerima telp, dari Jin Pyo.
Jin Pyo : Sepertinya kau baru saja tiba.
Yoon Sung : Ya, aku baru tiba.

Jin Pyo : Orang pertama yang harus kau cari dari 5 orang itu adalah Tuan Lee Kyung Wan. Sekarang lupakan kehidupanmu di Amerika, tapi kau tidak boleh melupakan kematian ayahmu.
Yoon Sung : Ya.
(Hanya Lee Min ho yang bisa pakai celana pink dan tetap kelihatan sebagai pembunuh berbahaya hahahaha)

Yoon Sung minta sopir menghentikan mobil. Di depan jembatan Kwang Ha. Di depan patung Yi Sun Shin.Yoon Sung keluar dan “merasakan” negerinya dengan latar belakang suara Jin Pyo

“Jangan jatuh cinta dengan siapapun. Jika identitasmu diketahui, orang disekitarmu akan bersimbah darah.”

Yoon Sung memejamkan mata dan tidak jauh dari situ, Kim Nana berdiri membagikan tisue…

Destiny apa yang menunggu mereka….

 

credit: kadorama-recaps.blogspot.com

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/29/2011 in K-Drama, Sinopsis

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,